PENGGARAMAN IKAN
PENGGARAMAN IKAN
Oleh : Aldino Gibran Lubis, S.Pi
No : 019-Agust/Bl/PPBS/2021
Tanggal Terbit : .........................................
PROSES PENGGARAMAN PADA IKAN
Pengeringan pada ikan dapat dilakukan dengan penggaraman atau pengasinan. Pengasinan merupakan cara pengawetan ikan yang produknya paling gampang
ditemui diseluruh pelosok Indonesia. Pengeringan ikan sebenarnya tidak
harus dilakukan dengan bantuan sinar matahari secara langsung (penjemuran)
karena ikan dapat dikeringkan tanpa bantuan sinar matahari secara langsung
contohnya melalui pengasapan ataupun pengovenan.Teknologi pengeringan tanpa sinar matahari ini dapat digunakan pada semua
jenis ikan air tawar maupun ikan air laut. Yang harus diperhatikan justru
kesamaan ketebalan daging ikan dalam proses pengeringan tersebut. Karena
semakin tebal daging ikan akan membuat kecepatan pengeringan semakin lambat dan
justru dapat mengurangi kualitas dari ikan yang dikeringkan tersebut. Ikan hasil pengeringan tanpa bantuan sinar matahari secara langsung justru
memiliki kelebihan dibanding dengan ikan yang dikeringkan secara langsung
dengan matahari. Karena pada ikan-ikan yang dikeringkan secara langsung
(dijemur) sangat rawan terhadap serangan lalat dan kontaminasi kotoran selama
penjemuran sehingga hal ini justru dapat mempengaruhi daya simpan ikan. Bila
pengeringan dengan dijemur itu tidak sempurna justru dapat menyebabkan ikan
mudah busuk terutama karena serangan jamur, belatung dan kutu.
PENGGARAMAN KERING (Dry Salting)
Metode
penggaraman kering menggunakan kristal garam yang dicampurkan dengan ikan. Pada
umumnya, ikan yang berukuran besar dibuang isi perut dan badannya dibelah dua.
Dalam proses penggaraman ikan ditempatkan didalam wadah yang kedap air. Ikan
disusun rapi dalam wadah selapis demi selapis dengan setiap lapisan ikan
ditaburi garam. Lapisan paling atas dan paling bawah wadah merupakan lapisan
garam. Garam yang digunakan pada proses penggaraman umumnya berjumlah 10 % - 35
% dari berat ikan yangdigarami. Pada waktu ikan bersentuhan dengan kulit /
daging ikan (yang basah/berair), garam itu mula-mula akan membentuk larutan
pekat. Larutan ini kemudian akan meresap kedalam daging ikan melalui proses
osmosa. Jadi, kristal garam tidak langsung menyerap air, tetapi terlebih dahulu
berubah jadi larutan. Semakin lama larutan akan semakin banyak dan ini berarti
kandungan air dalam tubuh ikan semakin berkurang.
PENGGARAMAN BASAH (Wet Salting)
Penggaraman
basah menggunakan larutan garam 30 - 35 % (dalam 1liter air terdapat 30 – 35
gram garam). Ikan yang akan digaramidimasukkan kedalam larutan garam tersebut,
kemudian bagian atas wadah ditutup dan diberi pemberat
agar semua ikan terendam. Lama waktu perendaman tergantung pada ukuran
ketebalan tubuh ikan dan derajat keasinan yang diinginkan. Dalam proses osmosa,
kepekatan larutan garam akan semakin berkurang karena adanya kandungan air yang
keluar dari tubuh ikan, sementara itu molekul garam masuk kedalam tubuh ikan.
Proses osmosa akan berhenti apabila kepekatan larutan diluar dan didalam tubuh
ikan sudah seimbang.
KENCH SALTING
Pada dasarnya,
teknik penggaraman ini sama dengan pengaraman kering (dry salting) tetapi tidak
mengunakan bak atau wadah penyimpanan. Ikan dicampur dengan garam dan dibiarkan
diataslantai atau geladak kapal, larutan air yang terbentuk dibiarkan mengalir
dan terbuang. Kelemahan dari cara ini adalah memerlukanjumlah garam yang lebih
banyak dan proses penggaraman berlangsung sangat lambat.
Ada dua metode
pengeringan yang biasa dilakukan yaitu: Pengeringan alami dan pengeringan
mekanis. Keuntungan pengeringan alami antara lain adalah tidak memerlukan
peralatan dan keterampilan khusus tetapi memiliki kelemahan yaitu membutuhkan
tempat yang luas serta waktu pengeringan (suhu) sulit dikendalikan. Keuntungan pengeringan
mekanis antara lain: waktu pengeringan (suhu) dapat dikendalikan dan tidak
memerlukan tempat yang luas. Kelemahan pengeringan mekanis antara lain
membutuhkan sarana dan keterampilan khusus.
Tahapan Proses Pengeringan
Pengawetan
secara pengeringan dilakukan setelah dilakukan proses penggaraman. Tahapan dari
proses pengeringan terdiri dari pengangkatan ikan dari wadah yang
membedakan pengeringan ikan dengan sinar matahari langsung dan tanpa sinar
matahari langsung adalah sumber panas yang digunakan. Kita dapat menggunakan
kompor berbahan minyak tanah, batu bara ataupun listrik. Sedangkan prosesnya meliputi pencucian bahan
mentah, penggaraman, pembilasan, penggeringan, pendinginan (diangin-anginkan)
dan diikuti pengepakan sesuai kebutuhan.
Metode
pengeringan secara alami adalah suatu proses pengeringan yang dilakukan
dengan menggunakan media angin dan sinar matahari. Dalam pengeringan alam, ikan
dijemur diatas rak-rak yang dipasang miring (+15o) kearah datangnya angin dan
diletakkan ditempat terbuka supaya terkena sinar matahari dan hembusan angin
secara langsung. Keunggulan pengeringan alami adalah proses sangat sederhana,
murah dan tidak memerlukan peralatan khusus sehingga gampang dilakukan oleh
semua orang. Pada proses pengeringan ini, angin berfungsi untuk
memindahkan uap air yang terlepas dari ikan, dari atas ikan ke tempat lain
sehingga penguapan berlangsung lebih cepat. Tanpa adanya pergerakan udara,
misalnya jika penjemuran ditempat tertutup (tanpa adanya hembusan angin),
pengeringan akan berjalan lambat. Selain tiupan angin, pengeringan alami juga
dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari pada saat penjemuran berlangsung.
Makin tinggi intensitasnya maka proses pengeringan akan semakin cepat
berlangsung begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, proses pengeringan alami
sering terhambat pada saat musim penghujan karena intensitas cahaya matahari
sangat kurang. Karena lambatnya pengeringan, proses pembusukan kemungkinan
tetap berlangsung selama proses pengeringan.
Pada metode
pengeringan secara mekanis, ikan disusun diatas rak-rak penyimpanan
didalam ruangan tertutup yang dilengkapi dengan beberapa lubang ventilasi.
Kedalam ruangan tersebut, ditiupkan hawa panas yang dihasilkan dari elemen
pemanas listrik. Hawa panas ditiupkan dengan sebuah kipas angin atau blower
supaya mengalir ke arah rak-rak ikan. Angin yang membawa uap air dari tubuh
ikan akan keluar dari lubang-lubang ventilasi. Pengeringan mekanis memiliki
beberapa keunggulan sebagai berikut :
1. Ketinggian suhu, kelembaban dan
kecepatan udara mudah diatur
2. Sanitasi dan higiene lebih mudah
dikendalikan
3. Tidak memerlukan tempat yang luas
4. Waktu pengeringan menjadi lebih teratur (tidak terpengaruh oleh adanya
musim hujan.
Penggaraman
adalah suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengawetkan produk hasil
perikanan dengan menggunakan garam. Garam yang digunakan adalah jenis garam
dapur (NaCl), baik berupa kristal maupun larutan.
Penggaraman
adalah suatu rangkaian proses pengawetan ikan dengan cara mencampurkan garam
dengan ikan baik dalam bentuk kristal maupun larutan garam. Garam yang
dicampurkan dengan ikan akan menyerap kandungan air dalam tubuh ikan sehingga
kegiatan metabolsme bakteri didalam tubuh ikan akan dapat dihambat atau
dihentikan. Untuk menghasilkan produk penggaraman yang baik maka harus
memperhatikan hal-hal sebagai : pemilihan bahan baku, garam, wadah/alat/tempat
yang digunakan, serta memprhatikan aspek sanitasi dan higiene. Tahapan proses
penggaraman terdiri dari : persiapan peralatan, pemilihan bahan baku,
penyortiran, pencucian, penirisan, dan penggaraman. Metode penggaraman dapat
diklasifikasikan menjadi 3 macam yaitu dry salting (penggaraman kering), wet
salting (penggaraman basah) dan kench salting (penggaraman kering tanpa wadah).
Penggaraman/pengasinan dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
a. Persiapan
1) Penyediaan bahan baku
- Ikan yang akan diproses sebaiknya dipisahkan berdasarkan jenis, tingkat
kesegaran dan ukuran ikannya. Hal ini dilakukan untuk penyeragaman
penetrasi garam pada saat penggaraman berlangsung
- Sediakan garam sebanyak 10 – 35 % dari berat total ikan yang akan
diproses, tergantung tingkat keasinan yang diinginkan. Sebaiknya, gunakan garam
murni (NaCl 99%) agar ikan asin berkualitas baik.
2) Penyediaan peralatan
- Siapkan wadah bak kedap air yang terbuat dari semen, kayu, fiber atau
plastik. Bila proses penggaraman menggunakan metode kench salting, wadah bak
penggaraman tidak diperlukan- Siapkan penutup bak sesuai ukuran bak dilengkapi
dengan pemberat untuk membantu agar semua ikan terendam dalam larutan garam
- Pisau atau golok yang tajam untuk
membersihkan dan menyiangi ikan
- Timbangan untuk menimbang ikan yang telah dibersihkan serta jumlah garam
yang dibutuhkan.
- Keranjang plastik atau bambu untuk mengangkut ikan sebelum dan setelah
proses penggaraman.
- Tempat
penjemuran atau para-para yang tingginya kurang lebih 1 meter diatas permukaan
tanah. Sebaiknya para-para dibuat miring 15 derajat ke arah datangnya angin
untuk mempercepat proses pengeringan.
3) Penanganan dan penyiangan
- Untuk mempermudah proses penanganan, tempatkan ikan diwadah terpisah
sesuai ukuran, jenis dan tingkat kesegaran
- Pada ikan berukuran besar, perlu dilakukan penyiangan dengan membuang isi
perut, insang dan sisik. Kemudian tubuh ikan dibelah menjadi dua sepanjang
garis punggung kearah perut. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses
penggaraman
- Pada ikan yang berukuran sedang, cukup dibersihkan insang, sisik dan isi
perut.Bagian badan tidak perlu dibelah.
- Pada ikan kecil seperti teri atau petek, cukup dicuci dengan air bersih
saja, tidak perlu disiangi.
- Proses pencucian dilakukan dengan air bersih yang mengalir, agar ikan
benar-benar bersih
- Tiriskan ikan yang telah dicuci bersih dalam wadah keranjang plastik atau
bambu yang telah disediakan. Pada proses penirisan ini, ikan disusun rapi
dengan perut menghadap ke bawah agar tidak ada air yang menggenang dirongga
perutnya
- Setelah ikan agak kering, timbanglah ikan agar dapat mengetahui jumlah
garam yang diperlukan dalam proses penggaraman.
b. Tahapan proses penggaraman
1) Metode dry salting
Kemudian
ditiriskan dan selanjutnya ikan dijemur dengan disusun diatas para-para yang
sudah disiapkan- Sediakan kristal garam sesuai dengan jumlah ikan yang akan
diproses. Untuk ikan besar sediakan garam 20 – 30 % dari berat ikan, ikan
ukuran sedang 15 – 20 % sedangkan ikan berukuran cukup 5 %. Gunakan garam murni
agar hasil olahannya berkualitas baik.
1. Taburkan garam
ke dasar bak setebal 1 – 5 cm tergantung jumlah ikan yang diolah. Lapisan ini
berfungsi sebagai alas ikan pada saatproses penggaraman.
2. Susunlah ikan
dengan rapi diatas lapisan garam tadi. Usahakan bagian perut ikan menghadap
kebawah. Diatas lapisan ikan yang sudah tersusun, taburkan kembali garam
secukupnya. Lakukan itusampai semua ikan tertampung didalam wadah, setiap
lapisan ikan selalu diselingi oleh lapisan garam. Pada lapisan atas ditebarkan
3. Garam setebal
5 cm agar tidak dihinggapi lalat.
4. Tutuplah bak
atau wadah dengan papan yang telah diberi pemberat agar proses penggaraman
dapat berlangsung dengan baik. Ikan dengan tingkat keasinan tertentu dapat
diperoleh sebagai hasil akhir proses penggaraman.
5. Selesainya
proses penggaraman ditandai dengan adanya perubahan tekstur, daging ikan
menjadi kencang dan padat. Lamanya penggaraman tergantung jenis, ukuran dan
tingkat kesegaran ikan. Walau demikian, umumnya proses penggaraman dapat
berlangsung 1 – 3 hari untuk ikan ukuran besar, 12 – 24 jam untuk ikan ukuran
sedang dan 6 – 12 jam untuk ikan ukuran kecil
6. Langkah
selanjutnya, ikan diangkat dari tempat penggaraman. Ikan dicuci dan dibersihkan
dari kotoran yang menempel.
PROSEDUR PENGGARAMAN
Ikan dipisahkan
berdasarkan jenis,ukuran dan tingkat kesegaranrannya. Setelah dilakukan proses
penggaraman dilakukan proses pengeringan. Cara yang umum digunakan untuk
mengeringkan ikan adalah dengan menguapkan air dari tubuh ikan, yaitu dengan
menggunakan hembusan udara panas. Dengan hawa panas ini, akan terjadi penguapan
air dari tubuh ikan dari mulai permukaan hingga ke bagian dalam tubuh ikan. Kecepatan
penguapan atau pengeringan dipen garuhi beberapa faktor antara lain :
1.
Kecepatan udara. Semakin cepat udara
maka ikan akan semakin cepat kering
2.
Suhu udara. Makin tinggi suhu udara
maka penguapan akan semakin cepat
3.
Kelembaban udara. Makin lembab
udara, proses penguapan akan semakin lambat
4.
Ketebalan daging ikan. Makin tebal
daging ikan, proses pengeringan makin berjalan lambat
5.
Arah aliran udara terhadap tubuh
ikan. Makin kecil sudut arah udara terhadap posisi tubuh ikan maka ikan
semakin cepat kering.
6.
Sifat / kandungan tubuh ikan. Ikan
yang berkadar lemak tinggi akan lebih sulit dikeringkan.
PROSEDUR
PENGERINGAN
Setelah selesai proses penggaraman,
keluarkan ikan dari wadah penggaraman lalu cuci dan bersihkan ikan dari kotoran
serta sisa-sisa garam yang menempel ditubuhnya, masukkan ikan ketempat pengeringan
pengeringan alami atau pengeringan mekanis. Lama pengeringan dipengaruhi oleh
jenis pengeringan yang digunakan serta ukuran ikan yang dikeringkan. Setelah
kering, ikan disortir berdasarkan kualitasnya dan dikemas dengan baik untuk menghindari
kerusakan selama penyimpanan.
Penyimpanan dan Pengemasan
Produk ikan
asin kering yang sudah jadi perlu dijaga kualitasnya selama proses penyimpanan,
transportasi dan distribusi sehingga harga jual bisa tidak menurun. Oleh karena
itu, perlu dilakukan pengepakan dan pengemasan yang baik supaya kualitasnya
tidak menurun. Pengemasan bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kayu, kertas,
kardus ataupun plastik. Bahan-bahan yang digunakan selama proses pengemasan dan
pengepakan disesuaikan dengan keperluan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam tahap penyimpanan adalah :
1. Ruang penyimpan
harus bersih, kering dan sejuk
2. Sirkulasi udara
lancar, sehingga menghilangkan bau-bau yang tidak sedap
3. Ikan kering
dibongkar dan dijemur kembali bila terjadi kelembaban yang tinggi
4. Bahan lain yang
dapat menjadi bahan pencemar seperti pestisida, minyak tanah dan sebagainya,
tidak disimpan didekat ikan asin.
Cara Membuat
Garam
Kita beruntung
hidup di negeri Indonesia tercinta ini karena lebih dari 70 persen
permukaan bumi berupa air. Dari 70% itu 97 persennya mengandung garam,
sedangkan sisanya air tawar 3 %. Istilah yang tepat untuk proses pembuatan
garam yang dimaksud di sini adalah pengambilan / pemisahan garam dari air laut.
Untuk itu harus
terlebih dahulu mengumpulkan air laut di kolam, tambak, danau atau penampung
(reservoir) khusus lainnya. Ini agar air yang sudah dikumpulkan tidak terganggu
oleh pasang air laut.
Reservoir dapat berupa buatan
manusia maupun ciptaan alam, seperti kolam, tambak, waduk atau danau. Tapi
tanah yang pori-porinya halus akan lebih baik karena memiliki dasar yang dapat
mencegah air laut serta kandungan mineralnya agar tidak banyak meresap ke dalam
tanah. Berikutnya, hamparan air laut dijemur oleh panas matahari sampai warna
air berubah merah. Dalam skala luas, lebih murah menggunakan penguapan matahari
untuk membuat garam. Tentu dibutuhkan cuaca yang panas, karena di musim hujan
prosesnya akan sulit. Untuk skala kecil, bisa saja menggunakan tungku dan
panci. Berikutnya, mengeringkan air garam. Beberapa pembuat garam mengetahui
sudah waktunya untuk menguras air garam ketika air berubah menjadi merah. Warna
merah berasal dari alga yang berubah warna akibat konsentrasi garam yang semakin
tinggi.
Berikutnya
pengurasan air garam ke kolam kristalisasi atau tempat pengasinan. Di sinilah
natrium klorida - garam - akhirnya mengkristal di dasar kolam.
Setelah garam mengkristal di bagian bawah reservoir, garam lalu
dipanen/dikumpulkan dengan alat garuk. Garam kristal ini masih harus diproses
agar bersih dan bisa dipakai, dikemas kemudian dipasarkan. menurut Aris
Mulyawan yang sebagai petani garam, garam dapat dijual dengan harga 1000/kg dan
beliau dapat memproduksi 250 kg garam dalam satu minggu, tetapi dengan cuaca
yang tidak menentu seperti ini beliau susah untuk memproduksi garam sehingga
hasil produksi garam merosot tajam.
Untuk membuat garam dari air laut,
tidak memerlukan peralatan modern. Bahkan, jika tidak ada peralatan memadaipun,
kita dapat membuat di pantai laut sendiri.langkah - langkah dalam membuat garam
dari air laut adalah:
1. Jika tidak
memiliki lahan atau tempat untuk membuat dan ingin membuatnya di pantai, maka
hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan pantai yang akan digunakan
untuk membuat garam dari sampah, katakanlah ada sampah di sekitar daerah
pantai.
2. Jika kita
memiliki tempat atau lahan yang akan digunakan untuk membuat garam yang
diperlukan disiapkan pertama adalah membuat tong berisi pasir dan menyalahkan salah
satu sudut kita memberikan sebuah lubang untuk air laut adalah melalui tahap
penyulingan.
3. Setelah semua
media siap, maka langkah adalah memasukkan air laut beriktnya perlahan ke dalam
tong berisi pasir laut. Kemudian, penyulingan air dari tong berisi pasir laut
dikumpulkan ke dalam ember.
4. Langkah
selanjutnya adalah menuangkan air ke penyulingan ini berbentuk panjang kotak
tapi, tapi panjang kotak dapat disesuaikan dengan keinginan kita, air suling
dan kemudian kami tuangkan ke dalam kotak dengan kedalaman dari 1 segmen
telunjuk.hal melayani air untuk kering dengan cepat ketika mengering.
5. Kemudian
setelah air dituangkan, maka tahap terakhir dijemur di bawah terik sinar
matahari.Dalam proses pengeringan ini, air akan menguap dan tingkat air rendah
karena menguap, meninggalkan ruang butir - butir garam murni siap panen.
6. Yang terakhir
adalah untuk mengumpulkan butir - butir garam, untuk diolah lebih lanjut untuk
digunakan sesuai dengan kebutuhan kita.
7.
Prinsip
Penggaraman
Cara penggaraman ikan yang banyak dilakukan dalam
kehidupan, dengan menggunakan garam sebagai
bahan pengawet.
Prinsip :
1.
Selama proses penggaraman berlangsung terjadi penetrasi
garam ke dalam tubuh ikan dan keluanya cairan dari tubuh ikan karena adanya
perbedaan konsentrasi
2.
Lama kelamaan kecepatan proses pertukaran garam dan
cairan dari tubuh ikan semakin melambat
3.
Setelah terjadi kesetimbangan, proses pertukaran garam
dan cairan tubuh ikan berhenti
4.
Terjadi pengentalan cairan tubuh ikan yang masih
tersisa dan penggumpalan protein dan pengerutan sel-sel tubuh ikan sehingga
sifat daging berubah.
Metode penggaraman
1.
Penggaraman kering (dry salting)
·
Untuk ikan berukuran besar maupun kecil
·
Menggunakan garam bentuk kristal
·
Ikan yang diolah ditaburi dan dilapisi garam
2.
Penggaraman basah (wet salting)
·
Menggunakan larutan garam
·
Ikan yang diolah direndam dalam larutan garam
3.
Kench salting
·
Sama dengan proses penggaraman kering
·
Tidak menggunakan bak kedap air
4.
Penggaraman diikuti dengan proses perebusan
·
Sebagai contoh: ikan pindang
·
Dilakukan perebusan dalam larutan jenuh
(mengandung garam)
Pelaksanaan proses penggaraman
Persediaan bahan
baku
·
Ikan dipisahkan berdasarkan Jenis, ukuran dan
tingkat kesegaran
·
Garam 10 – 35 % dari berat total ikan
Penyediaan peralatan
·
Bak kedap air kecuali metode kench salting
·
Penutup bak dengan pemberat
·
Pisau untuk menyiangi ikan
·
Alat penimbang, wadah pengangkut, tempat untuk
·
Menjemur
Penanganan atau penyiangan ikan
·
Ikan diletakkan pada wadah berdasarkan jenis,
ukuran dan tingkatan kesegaran ikan
·
penyiangan, pencucian, penirisan dan penimbangan
Proses
penggaraman
1.
Metode penggaraman kering
-
Ikan besar 20 – 30 %
-
Ikan sedang 15 – 20 %
-
Ikan kecil 5 %
·
Garam ditaburkan pada dasar wadah
·
Penyusunan ikan :
- Bagian perut menghadap kebawah
- Ditabur garam
sampai merata
- Bagian atas
dilapisi dengan garam
·
Bak ditutup dengan menggunakan papan yang diberi
Pemberat, bertujuan
proses penggaraman berjalan dengan baik, yakni:
1.
Kristal garam akan menarik cairan tubuh ikan
2.
Partikel garam akan bergerak masuk dan sampai pada
kesetimbangan, proses penggaraman selesai
3.
Akhir dari proses penggaraman ditandai dengan komposisi
daging ikan kencang berlangsung selama 2 – 3 hari untuk ikan besar. 24 jam
untuk ikan berukuran sedang 12 – 24 jam untuk ikan berukuran kecil.
4.
Pencucian: menghilangkan kotoran, penirisan dan
penjemuran.
Penggaraman basah
a. Ikan
dipisahkan berdasarkan jenis, ukuran dan tingkat kesegaran
b. pemotongan
kepala dan pembuangan kotoran
c. Media
penggaraman dengan menggunakan larutan garam
d. Ikan
direndam dalam larutan garam
e. Tutup
dengan papan, pencucian dan kemudian
f. penjemuran
Metode penggaraman kench
salting
a. Ikan
dipisahkan berdasarkan jenis, ukuran dan tingkat kesegaran
b. Ikan
ditumpuk pada bidang datar
c. Ikan
ditaburi dengan garam, diaduk sampai merata seluruh tubuh ikan tertutup oleh
garam
d. Tumpukan
ikan dibiarkan sesaat
e. Proses
penggaraman selesai ditandai dengan teksturdaging ikan lebih kencang dan padat
f. Ikan
dibongkar, kemudian dibilas dengan air bersih
g. Penirisan
dan kemudian dilakukan penjemuran
Proses pengeringan
·
Ikan diletakkan pada para-para / nampa
·
Bagian tubuh ikan yang dibelah menghadap sinar
matahari
·
Selama penjemuran ikan dibolak-balik
·
Proses pengeringan dapat berjalan selam 4 hari.
Untuk mengetahui ikan sudah kering atau belum:
- Menekan tubuh ikan dengan jari:
- Bila ditekan tidak menimbulkan bekas,
- Untuk ikan yang berukuran besar, dengan menutup
bagian daging ikan yang dibelah.
- Penggaraman kering (dry salting)
Metode
penggaraman kering menggunakan kristal garam yang dicampurkan dengan ikan. Pada
umumnya, ikan yang berukuran besar dibuang isi perut dan badannya dibelah dua.
Dalam proses penggaraman ikan ditempatkan didalam wadah yang kedap air. Ikan
disusun rapi dalam wadah selapis demi selapis dengan setiap lapisan ikan
ditaburi garam. Lapisan paling atas dan paling bawah wadah merupakan lapisan
garam. Garam yang digunakan pada proses penggaraman umumnya berjumlah 10 % - 35
% dari berat ikan yangdigarami. Pada waktu ikan bersentuhan dengan kulit /
daging ikan (yang basah/berair), garam itu mula-mula akan membentuk larutan
pekat. Larutan ini kemudian akan meresap kedalam daging ikan melalui proses
osmosa. Jadi, kristal garam tidak langsung menyerap air, tetapi terlebih dahulu
berubah jadi larutan. Semakin lama larutan akan semakin banyak dan ini berarti
kandungan air dalam tubuh ikan semakin berkurang.
2.
Penggaraman basah (wet salting)
Penggaraman Basah (Wet
Salting)Penggaraman basah menggunakan larutan garam 30 - 35 % (dalam 1liter air
terdapat 30 – 35 gram garam). Ikan yang akan digaramidimasukkan kedalam larutan
garam tersebut, kemudian bagian atas wadah ditutup dan diberi pemberat agar
semua ikan terendam. Lama waktu perendaman tergantung pada ukuran ketebalan
tubuh ikan dan derajat keasinan yang diinginkan. Dalam proses osmosa, kepekatan
larutan garam akan semakin berkurang karena adanya kandungan air yang keluar
dari tubuh ikan, sementara itu molekul garam masuk kedalam tubuh ikan. Proses
osmosa akan berhenti apabila kepekatan larutan diluar dan didalam tubuh ikan
sudah seimbang.
Penggaraman basah menggunakan larutan
garam 30 - 35 % (dalam 1liter air terdapat 30 – 35 gram garam). Ikan yang akan
digarami dimasukkankedalam larutan garam
tersebut, kemudian bagian atas wadah ditutup dandiberi pemberat agar semua ikan terendam. Lama waktu perendamantergantung pada ukuran ketebalan tubuh ikan dan
derajat keasinan yang diinginkan. Dalam proses osmosa,kepekatan larutan garam akan
semakin berkurang karena adanya kandungan air yang keluar dari tubuh ikan,sementara itu molekul garam masuk kedalam tubuh
ikan. Proses osmosa akan berhenti
apabila kepekatan larutan diluar dan didalam tubuh ikan sudahseimbang.
- Kench salting
Metode
ini merupakan kombinasi penggaraman kering dan penggaraman basah.
Pertama kali ikan ditaburi dengan kristal garam seluruh permukaannya lalu
disusun dalam wadah. Bagian atas tumpukan dibebani dengan pemberat. Setelah
itu perlahan-lahan dituangi dengan larutan garam jenuh sampai ikan tepat
terendam permukaannya. Metode ini terutama banyak digunakan orang kalau
menginginkan ikan asin berkadar garam tinggi.
Di
Indonesia, pembuatan ikan asin umumnya dalam bentuk ikan asin kering. Karena itu setelah selesai proses penggaraman selalu diikuti dengan proses pengeringan. Proses pengeringan yang paling umum dilakukan adalah dengan penjemuran matahari langsung karena pengeringan dengan alat pengeringan buatan (cara mekanis) masih dianggap terlalu mahal. Sedangkan ikan asin basah yang umum diperjualbelikan di Indonesia adalah ikan asin yang telah mengalami fermentasi yang lebih terkenal dengan nama ikan peda yang umumnya terbuat dari jenis ikan kembung.
Pada dasarnya, teknik penggaraman ini
sama dengan pengaraman kering (dry salting) tetapi tidak mengunakan bak /wadah
penyimpanan. Ikan dicampur dengan garam dan dibiarkan diataslantai atau geladak
kapal, larutan air yang terbentuk dibiarkan mengalir dan terbuang. Kelemahan
dari cara ini adalah memerlukanjumlah garam yang lebih banyak dan proses
penggaramanberlangsung sangat lambat.
Pada dasarnya, teknik
penggaraman ini sama dengan pengaraman kering (dry salting) tetapi tidak mengunakan bak /wadah
penyimpanan. Ikan dicampur dengan garam dan
dibiarkan diatas lantai atau geladak kapal,larutan air yang terbentuk
dibiarkan mengalir dan terbuang. Kelemahan daricara ini adalah memerlukan jumlah garam yang lebih banyak dan prosespenggaraman berlangsung sangat lasmbat.
Ada dua metode pengeringan yang biasa
dilakukan yaitu : Pengeringan alami dan pengeringan mekanis. Keuntungan
pengeringan alami antara lain adalah tidak memerlukan peralatan dan
keterampilan khusus tetapi memiliki kelemahan yaitu membutuhkan tempat yang
luas serta waktu pengeringan (suhu) sulit dikendalikan. Keuntungan pengeringan
mekanis antara lain : waktu pengeringan (suhu) dapat dikendalikan dan tidak
memerlukan tempat yang luas. Kelemahanpengeringan mekanis antara lain
membutuhkan sarana dan keterampilan khusus.
- Sama dengan proses penggaraman kering
- Tidak menggunakan bak kedap air
4.
Penggaraman diikuti dengan proses
perebusan
- Sebagai contoh: ikan pindang
- Dilakukan perebusan dalam larutan jenuh (mengandung garam)
Pelaksanaan proses penggaraman
- Persiapan
Ø Persediaan bahan bakuIkan dipisahkan
berdasarkan :Jenis, ukuran dan tingkat kesegaran.
Ø Garam 10 – 35 % dari berat total ikan
2.
Penyediaan peralatan
Ø
Bak kedap air kecuali : metode kench salting
Ø Penutup bak dengan pemberat
Ø Pisau untuk menyiangi ikan
Ø Alat penimbang, wadah pengangkut,
Ø tempat untuk menjemur
3.
Penanganan atau penyiangan ikan
Ø
Ikan diletakkan pada wadah berdasarkan jenis, ukuran dan tingkatan
kesegaran ikan.
Ø penyiangan, pencucian, penirisan dan
penimbangan
Ø Untuk mempermudah proses penanganan,
tempatkan ikan diwadah terpisah sesuai ukuran, jenis dan tingkat kesegaran
Ø Pada ikan berukuran besar, perlu
dilakukan penyiangan dengan membuang isi perut, insang dan sisik. Kemudian
tubuh ikan dibelah menjadi dua sepanjang garis punggung kearah perut. Hal ini
dilakukan untuk mempercepat proses penggaraman
Ø Pada ikan yang berukuran sedang, cukup
dibersihkan insang, sisik dan isi perut.Bagian badan tidak perlu dibelah.
Ø Pada ikan kecil seperti teri atau
petek, cukup dicuci dengan air bersih saja, tidak perlu disiangi.
Ø Proses pencucian dilakukan dengan air
bersih yang mengalir, agar ikan benar-benar bersih
Ø Tiriskan ikan yang telah dicuci bersih
dalam wadah keranjang plastik atau bambu yang telah disediakan. Pada proses
penirisan ini, ikan disusun rapi dengan perut menghadap ke bawah agar tidak ada
air yang menggenang dirongga perutnya
Ø Setelah ikan agak kering, timbanglah
ikan agar dapat mengetahui jumlah garam yang diperlukan dalam proses
penggaraman .
4.
Proses penggaraman
Metode
penggaraman kering
Ø Ikan besar 20 – 30 %
Ø Ikan sedang 15 – 20 %
Ø Ikan kecil 5 %
Ø Garam ditaburkan pada dasar wadah
Ø Penyusunan ikan : - Bagian perut
menghadap kebawah
- Ditabur garam sampai merata
- Bagian atas dilapisi dengan garam
Ø Bak ditutup dengan menggunakan papan
yang diberi Pemberat, bertujuan proses penggaraman berjalan dengan baik, yakni:
·
Kristal garam akan menarik cairan tubuh ikan
·
Partikel garam akan bergerak masuk dan sampai pada
kesetimbangan, proses penggaraman selesai.
·
Akhir dari proses penggaraman ditandai dengan:Komposisi
daging ikan kencang berlangsung selama 2 – 3 hari untuk ikan besar24 jam untuk
ikan berukuran sedang12 – 24 jam untuk ikan berukuran kecil
Ø Pencucian:
Menghilangkan kotoran, penirisan dan penjemuran
5. . Metode penggaraman basah
Ø Ikan dipisahkan berdasarkan jenis,
ukuran dan tingkatkesegaran
Ø Penyiangan: pemotongan kepala,
pembuangan kotoran
Ø Media penggaraman dengan menggunakan
larutan garam
Ø Ikan direndam dalam larutan garam
Ø Tutup dengan papan, pencucian dan
kemudian penjemuran
6. Metode penggaraman kench salting
Ø Ikan dipisahkan berdasarkan jenis,
ukuran dan tingkat kesegaran
Ø Ikan ditumpuk pada bidang datar
Ø Ikan ditaburi dengan garam, diaduk
sampai merata seluruh tubuh ikan tertutup oleh garam
Ø Tumpukan ikan dibiarkan sesaat
Ø Proses penggaraman selesai ditandai
dengan teksturdaging ikan lebih kencang dan padat
Ø Ikan dibongkar, kemudian dibilas dengan
air bersih
Ø Penirisan dan kemudian dilakukan
penjemuran.
5.
Proses pengeringan
Ø
Ikan diletakkan pada para-para / nampa.
Ø Bagian tubuh ikan yang dibelah
menghadap sinar matahari
Ø Selama penjemuran ikan dibolak-balik
Ø Proses pengeringan dapat berjalan selam
4 hari
Ø Untuk mengetahui ikan sudah kering atau
belum denga cara menekan tubuh ikan dengan jari: Bila ditekan tidak menimbulkan
bekas,Untuk ikan yang berukuran besar, denganmenutup bagian daging ikan yang
dibelah
6.
Proses penyimpanan
Ø
Ikan disusun secara teratur ke dalam peti dan disimpan pada
ruang sejuk
Ø Penyimpanan berdasarkan jenis produk
Ø Ruang penyimpanan suhu 0 – 5 0C,sehingga
daya simpan 6 bulan.
Jenis-jenis garam
yang digunakan dalam pembuatan ikan asin:
- Garam laut
Garam
dibuat dengan cara mengalirkan air laut ke kolam penampungan, membiarkan air
laut menguap dan didapat garam
- Garam deposit atau garam tambang
Garam
diperoleh dengan mengebor tanah yang mengandung garam, kemudian ditampung untuk
proses penguapan
- Garam pabrik Bahan baku air laut maupun air hasil pengeboran, proses pabrik
Secara
tradisional, umumnya garam dibuat dengan cara mengalirkan air laut kedalam
petakan lahan tanah yang dasarnya sudah padat dan rata. Kemudian air laut
dibiarkan terkena sinar matahari dan menguap sampai habis. Penguapan air akan menghasilkan
endapan kristal garam. Garam yang digunakan untukmengawetkan ikan sebaiknya memakai
garam murni yaitu garam yang sebanyakmungkin mengandung NaCl dan sekecil
mungkin mengandung unsur lain seperti MgCl, CaCl,MgSO, CaSO,lumpur serta kotoran lainnya. Unsur selain NaCldidalam garam mempunyai beberapa kelemahan yaitu
:
1.
Garam yang mengandung Ca dan Mg lambat
sekali menembus masuk kedalam daging ikan, sehingga memungkinkan
proses pembusukan tetapberjalan selama proses penggaraman. Selain itu produk
ikan asin yangdihasilkan bersifat higroskopis.
2.
Garam yang mengandung 0,5 % - 1 % ,
CaSO
3.
menghasilkan produk yang kaku
dan warnanya pucat (putih)3.Garam
mengandung magnesium, sulfat dan klorida menyebabkan produk agakpahit4.Garam
yang mengandung besi dan tembaga menyebabkan warna coklat, kotor dan kuning.
4.
Garam mengandung CaCl menyebabkan ikan asin berwarna putih, keras dan mudah pecah
Untuk Informasi lebih lengkap bisa menghubungi :
ALDINO GIBRAN LUBIS, S.Pi
NIP. 19840613 201001 1 018
Penyuluh Perikanan Muda
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai.
CP : 081361976655
Komentar
Posting Komentar