PENGAWETAN IKAN SECARA TRADISIONAL
PENGAWETAN IKAN SECARA TRADISIONAL
Oleh: Aldino Gibran Lubis, S.Pi
No: 011-Mei/Bl/PPBS/2021
Tanggal Terbit : 04 Mei 2021
No: 011-Mei/Bl/PPBS/2021
Tanggal Terbit : 04 Mei 2021
Pengawetan
ikan tradisional di Indonesia meliputi pengasinan, pemindangan,
pembuatan peda, terasi, petis, dan lain-lainnya,Ikan asin adalah bahan
makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan
banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya
membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka
waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat
PROSES PEMBUATAN IKAN ASIN.
Beraneka
jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut.
Ikan-ikan ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan lalu ditaburi atau
direndam dalam larutan garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya
dibelah atau dipotong-potong lebih dulu agar garam mudah meresap ke
dalam daging.
Karena
perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan
menarik cairan sel dalam daging ikan keluar dari tubuhnya. Sementara itu
partikel garam meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses ini
berlangsung hingga tercapai keseimbangan konsentrasi garam di luar dan
di dalam daging.
Konsentrasi
garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel akan menghentikan proses
autolisis dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging ikan.
Setelah itu, ikan-ikan ini dijemur, direbus atau difermentasi untuk meningkatkan keawetannya
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKAN ASIN.
Kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya:
Konsentrasi Garam
Semakin
tinggi konsentrasi garam yang digunakan, semakin cepat proses masuknya
garam ke dalam daging ikan. Akan lebih baik apabila digunakan garam
kristal untuk mengasinkan.
Jenis Garam
Garam
dapur murni (NaCl 95%) lebih mudah diserap dan menghasilkan ikan asin
dengan kualitas yang lebih baik. Garam rakyat mengandung unsur-unsur
lain (Mg, Ca, senyawa sulfat), kotoran, bakteri dan lain-lain yang dapat
menghambat penetrasi garam dan merusak rasa ikan.
Ketebalan Daging Ikan
Semakin
tebal daging ikan, proses pengasinan akan membutuhkan waktu yang
semakin lama dan garam yang lebih banyak. Sehingga ikan-ikan besar
biasanya dibelah-belah, dikeping atau diiris tipis sebelum diasinkan.
Kadar Lemak Dalam Daging
Kadar lemak yang tinggi (di atas 2%) akan memperlambat penetrasi garam ke dalam daging ikan.
Kesegaran Daging Ikan
Ikan
yang kurang segar memiliki daging yang lebih lunak dan cairan tubuh
yang mudah keluar, sehingga proses pengasinan bisa lebih cepat. Namun
juga garam yang masuk dapat terlalu banyak sehingga ikan menjadi terlalu
asin dan kaku.
Suhu Daging Ikan
Semakin tinggi suhu daging ikan, semakin cepat garam masuk ke dalam tubuh ikan.
Manfaat Rasa Asin Bagi Kesehatan
LAUT
merupakan salah satu karunia Tuhan yang tak terkira dan menakjubkan.
Banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan di dalamnya, seperti
ikan, rumput laut, bahan tambang serta senyawa kimia dan obat yang dapat
diekplorasi dari laut, dan salah satunya adalah garam.
Garam
merupakan senyawa kimia yang sejak lama mewarnai kehidupan manusia.
Tanpa garam, makanan akan terasa hambar. Tanpa garam tak pernah ada yang
namanya ikan asin. Bahkan sekarang dipercaya metabolisme dalam tubuh
manusia dipengaruhi keseimbangan kadar garam dalam tubuh. Ringkasnya
garam merupakan kebutuhan esensial dalam kehidupan manusia dari masa ke
masa.
Garam
adalah istilah umum bagi senyawa kimia bernama Natrium Klorida (NaCl).
Penggunaannya diperkirakan telah berlangsung sejak 4.700 tahun yang
lalu. Sekarang, senyawa kimia ini diproduksi secara besar-besaran dari
penguapan air laut, walaupun di beberapa negara lain seperti Australia
dan USA garam yang diproduksi lebih banyak bersumber dari penambangan
garam.
Total
produksi garam di dunia pada tahun 2000 lebih dari 180 juta ton/tahun.
Tercatat tiga besar negara produsen garam terbesar dengan kapasitas
produksinya berturut-turut adalah AS (42 juta ton), Cina (31 juta ton)
dan Kanada (16 juta ton). Sementara Indonesia dengan luas lahan
pergaraman sekira 25.000 - 30.000 hektar yang dikelola petani garam dan
PT Garam dalam cuaca normal mampu memproduksi garam grade konsumsi
sekira 1,8 - 2,0 juta ton/tahun. Pada saat terjadinya curah hujan yang
sangat tinggi pada tahun 2000, hanya mampu memproduksi 300.000 ton,
sehingga sebagian besar harus dipenuhi dari produk impor. Sedangkan
kebutuhan garam industri sekira 1,3 - 1,5 juta ton, di mana hampir
seluruh kebutuhan masih dipenuhi produk impor.
Menurut
penggunaannya, garam dapat digolongkan menjadi garam pro analisa (p.a)
yaitu garam untuk reagent (tester) pengujian dan analisis di
laboratorium, lalu garam farmasetis untuk keperluan di industri farmasi,
garam industri untuk bahan baku industri kimia dan pengeboran minyak,
garam konsumsi untuk keperluan garam konsumsi, dan industri makanan,
kemudian garam pengawetan untuk keperluan pengawetan ikan.
Penggolongan
garam tersebut juga menunjukkan kualitas garam yang digunakan. Sebagai
gambaran, untuk garam p.a dan garam farmasi, memunyai kandungan NaCl
> 99%, sedangkan untuk garam konsumsi memunyai kandungan NaCl > 94
% dan garam untuk pengawetan memiliki kandungan NaCl > 90 %.Semakin
besar kandungan NaCl, akan semakin kompleks dan rumit proses produksi
dan pemurniannya, serta akan semakin meningkat nilai ekonominya.
Kegunaan bagi kesehatan
Garam
ternyata bukan hanya untuk dikonsumsi dan menggarami ikan asin. Sejak
beberapa ratus tahun yang lalu garam merupakan bahan yang dapat
digunakan untuk keperluan kesehatan dan penggunaannya semakin penting di
era modern ini. Beberapa penggunaan garam bagi kesehatan adalah
+ Minuman kesehatan.
Produk
minuman kesehatan terutama dirancang sebagai produk minuman untuk
mengembalikan kesegaran tubuh dan mengganti mineral-mineral yang keluar
bersama keringat dari tubuh selama proses metabolisme atau aktivitas
olah raga yang berat. Umumnya produk-produk minuman kesehatan selain
mengandung pemanis dan zat aktif, juga mengandung mineral-mineral dalam
bentuk ion seperti ion natrium (Na+), kalium (K+), magnesium (Mg++),
kalsium (Ca++), karbonat - bikarbonat (CO3 2- dan HCO3 2-), dan klorida
(Cl-).
Sumber
utama untuk ion natrium dan klorida selain kristal garam juga larutan
garam pekat. Laut Mati di Timur Tengah merupakan sumber larutan garam
pekat, sedangkan di Indonesia akan mulai dikembangkan PT Garam dengan
bahan baku bittern yaitu larutan sisa penguapan dalam produksi garam
konsumsi dan garam high grade.
+ Garam mandi.
Dalam
buku Harry's Cosmeticology, garam mandi didefinisikan sebagai bahan
aditif (tambahan) untuk keperluan mandi yang terdiri dari campuran garam
NaCl dengan bahan kimia anorganik lain yang mudah larut, kemudian
diberi bahan pewangi (essentials oil), pewarna, dan mungkin juga senyawa
enzim.
Garam
mandi ini dirancang untuk menimbulkan keharuman, efek pewarnaan air,
kebugaran, kesehatan dan juga menurunkan kesadahan air.
Komponen
utama garam mandi adalah garam NaCl yaitu sekira 90% - 95%. Berdasarkan
definisi di atas, maka jenis garam mandi dapat dibagi berdasarkan
komposisi bahan penyusunnya yaitu hanya mengandung garam NaCl dan garam
anorganik, mengandung garam NaCl dan garam anorganik plus essentials
oils, mengandung garam NaCl, garam anorganik, essentials oil dan
pewarna, atau mengandung garam NaCl, garam anorganik, essentials oil,
pewarna dan enzim.
Kegunaan
garam mandi secara umum sangatlah beraneka ragam, di antaranya adalah
untuk membersihkan tubuh saat berendam, menumbuhkan suasana relaks,
menurunkan rasa stres, dan sebagai sarana refreshing. Suasana relaks
terutama akibat adanya campuran pewangi yang dipercaya dapat memengaruhi
emosi serta suasana hati secara signifikan.
Sedangkan
fungsi khusus di bidang kesehatan terutama karena adanya garam NaCl
adalah untuk melenturkan otot yang tegang, mengurangi rasa nyeri pada
otot yang sakit, menurunkan gejala inflamasi (peradangan), serta
menyembuhkan infeksi.
Untuk
fungsi kecantikan, garam mandi antara lain dapat membantu menghaluskan
kulit (cleansing), memacu pertumbuhan sel kulit sekaligus meremajakannya
(rejuvenating).
Garam
mandi sekarang banyak digunakan di spa dan pusat pengobatan dengan
sistem aromaterapi karena adanya kandungan essentials oils.
+ Garam konsumsi.
Garam
dapur merupakan media yang telah lama digunakan untuk pemberantasan
Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI), yaitu dengan proses
fortifikasi (penambahan) garam menggunakan garam iodida atau iodat
seperti KIO3, KI, NaI, dan lainnya. Pemilihan garam sebagai media
iodisasi didasarkan data, garam merupakan bumbu dapur yang pasti
digunakan di rumah tangga, serta banyak digunakan untuk bahan tambahan
dalam industri pangan, sehingga diharapkan keberhasilan program GAKI
akan tinggi.
Selain itu, didukung sifat kelarutan garam yang mudah larut dalam air, yaitu sekira 24 gram/100 mL.
Jenis
garam lain yang kurang populer penggunaannya di Indonesia dalah Salt
low sodium (garam rendah natrium) merupakan garam dengan kandungan NaCl
yang lebih rendah daripada garam konsumsi biasa. Garam ini memunyai
komposisi terdiri dari campuran NaCl, MgCl2, dan KCl dengan perbandingan
tertentu. Penggunaan garam rendah natrium terutama ditujukan untuk
penderita tekanan darah tinggi yang tidak diperbolehkan mengonsumsi
garam dapur biasa.
+ Oralit.
Oralit
merupakan produk kesehatan yang dikonsumsi saat mengalami diare.
Kandungan oralit yang utama adalah campuran antara NaCl dengan gula
(glukosa atau sukrosa). Fungsi oralit yang utama adalah menjaga
keseimbangan jumlah cairan dan mineral dalam tubuh. Oralit merupakan
satu-satunya obat yang dianjurkan untuk mengatasi diare yang menyebabkan
banyak kehilangan cairan tubuh. Oralit tidak menghentikan diare, tetapi
mengganti cairan tubuh yang hilang bersama tinja. Dengan mengganti
cairan tubuh tersebut, terjadinya dehidrasi dapat dihindarkan.
Sebagai
contoh komposisi Oralit 200 antara lain mengandung : glukosa anhidrat
4,0 gram, natrium klorida 0,70 gram, natrium sitrat dihidrat 0,58 gram ,
kalium klorida 0,30 gram. Sedangkan dalam keadaan darurat, kita bisa
membuat air minum yang diberi campuran gula putih (sukrosa) dengan garam
dapur.
Kombinasi
gula dan garam dapat diserap baik oleh usus penderita diare, karena ion
natrium merupakan ion yang berfungsi allosterik (berhubungan dengan
penghambatan enzim karena bergabung dengan molekul lain). Sleain itu,
garam mampu meningkatkan pengangkutan dan meninggikan daya absorbsi gula
melalui membran sel. Gula dalam larutan NaCl (garam dapur) juga
berkhasiat meningkatkan penyerapan air pada dinding usus secara kuat
(sekira 25 kali lebih banyak dari biasanya), sehingga proses dehidrasi
tubuh dapat dikurangi/diatasi.
+ Cairan infus.
Dikenal
beberapa jenis cairan infus yaitu cairan infus glukosa 5%, cairan infus
NaCl 0,9 % + KCl 0,3% atau KCl 0,6%, cairan infus natrium karbonat dan
cairan infus natrium laktat.
Cairan
infus NaCl adalah campuran aquabidest dan garam grade farmasetis yang
berguna untuk memasok nutrisi dan mineral bagi pasen yang dirawat di
rumah sakit.
+ Sabun dan sampo.
Sabun
dan sampo merupakan bahan kosmetik yang digunakan untuk keperluan mandi
dan mencuci rambut. Dan garam NaCl merupakan satu bahan kimia di antara
beberapa komposisi bahan dalam pembuatan sabun dan sampo.
+ Cairan dialisat.
Cairan
dialisat merupakan cairan yang pekat dengan bahan utama elektrolit
(antara lain garam NaCl) dan glukosa grade farmasi yang membantu dalam
proses cuci darah bagi penderita gagal ginjal. Seperti diketahui pasen
gagal ginjal diharuskan mengganti darah atau proses cuci darah dalam
periode tertentu.
Dalam
proses pencucian darah tersebut darah yang akan 'dibersihkan' akan
dilewatkan pada suatu alat membran (hemodialisis) dalam media cairan
dialisat. Dalam dialiser ini darah dibersihkan, 'sampah-sampah'
metabolisme secara kontinyu menembus membran dan menyeberang ke
kompartemen dialisat.
INFORMASI LEBIH LANJUT BISA MENGHUBUNGI :
ALDINO GIBRAN LUBIS, S.Pi
NIP. 19840613 201001 1 018
Penyuluh Perikanan Muda
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai.
HP / WA : 081361976655
ALDINO GIBRAN LUBIS, S.Pi
NIP. 19840613 201001 1 018
Penyuluh Perikanan Muda
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai.
HP / WA : 081361976655

Komentar
Posting Komentar