PEMBENIHAN IKAN MAS

PEMBENIHAN IKAN MAS
Oleh : Aldino Gibran Lubis, S.Pi

No : 08-Apr/Bl/PPBS/2021
Tanggal Terbit : 06 April 2021




I. PENDAHULUAN

Ikan Mas atau dalam bahasa latinnya sering disebut Cyprinus carpio adalah salah satu jenis ikan air tawar yang lebih suka hidup dalam kondisi air yang mengalir. Ikan mas banyak di budidayakan oleh masyarakat karena perawatannya yang mudah dan tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak hanya pembesaran usaha pembenihan juga banyak dilakukan oleh masyarakat pembudidaya guna mencukupi kebutuhan akan benih pada usaha pembesaran.

Ikan mas termasuk golongan ikan omnivore yang lebih cenderung ke herbivore yaitu pemakan plankton dan fitoplankton, namun pada usaha pembesaraan dan pembenihan saat ini pakan yang digunakan sebagian besar berupa pakan buatan yaitu pellet ikan.

 

 

PEMBENIHAN IKAN MAS

1.   PEMELIHARAAN & SELEKSI INDUK

Induk dipelihara di kolam khusus secara terpisah antara jantan dan betina. Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan sebanyak 3% per bobot biomas per hari. Pakan tersebut diberikan 3 kali/hari.

 

 

2.   PERBEDAAN INDUK JANTAN & BETINA

  BETINA

          Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.

          Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.

          Jika    perut    distriping   mengeluarkan cairan berwarna kuning.

          dapat dipijahkan setelah berumur 1,5 - 2 tahun dengan bobot >2 kg

 

 JANTAN

          Badan tampak langsing.
         
Gerakan lincah dan gesit.
         
Jika    perut    distriping   mengeluarkan cairan sperma berwarna putih

          Dapat dipijahkan setelah berumur 8 bulan dengan bobot > 0,5 kg

 


 

 

3.   TEKNIK PEMBENIHAN

A.    SISTEM PEMIJAHAN TRADISIONAL

  • Luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi   hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
  • Disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
  • Setelah    proses    pemijahan    selesai    induk dipindahkan ke kolam lain;
  • Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

 

B.   SISTIM PEMIJAHAN KAWIN SUNTIK

  • Pada sistim ini, induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan.
  • Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar).
  • Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.

 

TUJUAN PEMIJAHAN HIPOFISASI

  • Untuk memijahkan ikan-ikan yang tidak dapat memijah secara alami di kolam
  • Untuk mempercepat tingkat kedewasaan kelamin ikan atau mempercepat tingkat kematangan gonad serta mempercepat terjadinya ovulasi
  • Untuk intensifikasi pembenihan ikan dalam rangka meningkatkan survival rate yang bermutu, karena dengan cara hipofisasi ini akan lebih terkontrol

 

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMIJAHAN

  1. Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.
  2. Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.
  3. Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.
  4. Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.
  5. Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari) dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.

 

4. PROSES PRODUKSI

1.    Produksi Larva (Pemijahan dan Penetasan Telur)

a.    Kualitas air media pemijahan & penetasan telur:

-      Suhu: 25 – 300C
-      Nilai pH: 6,5 – 8,5
-          
Debit air utk penetasan telur : 0,5 liter/detik
-          
Oksigen terlarut: min 5 mg/l
-          
Ketinggian air: 50 – 70 cm

b.   Penggunaan obat-obatan

-          
Kalium permanganat 2 – 4 mg/l
-          
Biru metilena 1 – 3 m/l
-          
Oksitetrasiklina    5        10    mg/l    (bila diperlukan)

        c.   Padat Tebar

-           Induk untuk pemijahan : 2 kg induk betina/4m2

-           Telur untuk penetasan : 10.000 – 20.000 butir/m2 kakaban

        d.  Waktu

-           Penetasan telur : 45 jam pada suhu 250C
-          
Pemeliharaan larva : 4 hari

 

 5. TAHAP PENDEDERAN

 

Tahap I:

  • Umur     benih     yang     disebar     sekitar     5-7 hari(ukuran1-1,5 cm)
  • Jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi
  • Lama pemeliharaan 1 bulan
  • Ukuran benih menjadi 2-3 cm.

Tahap II:

  • Umur benih setelah tahap I selesai
  • Jumlah benih yang disebar=50-75 ekor/meter persegi
  • Lama pemeliharaan 1 bulan
  • Ukuran benih menjadi 3-5 cm.

Tahap III:

  • Umur benih setelah tahap II selesai;
  • Jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi;
  • Lama pemeliharaan 1 bulan;
  • Ukuran benih menjadi 5-8 cm;
  • Perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

Tahap IV:

  • Umur benih setelah tahap III selesai;
  • Jumlah benih yang disebar=3-5 ekor/meter persegi;
  •      lama pemeliharaan 1 bulan;
  •      ukuran benih menjadi 8-12 cm;
  •      perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.

 

PANEN BENIH

Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut.

 

 

Untuk Informasi lebih lengkap bisa menghubungi :

ALDINO GIBRAN LUBIS, S.Pi
NIP. 19840613 201001 1 018
Penyuluh Perikanan Muda
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai.
CP : 081361976655

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENENTUAN LOKASI KERAMBA JARING APUNG (KJA)