MENGENAL CARA PENDINGINAN IKAN
MENGENAL CARA PENDINGINAN IKAN
Oleh : Aldino Gibran Lubis, S.Pi
No : 018-Agus/BL/PPBS/2021
Tanggal Terbit :................................
Kelebihan pengawetan ikan dengan pendinginan adalah sifat-sifat asli
ikan tidak mengalami perubahan tekstur, rasa, dan bau. Efisiensi
pengawetan dengan pendinginan sangat tergantung pada tingkat kesegaran
ikan sebelum didinginkan. Pendinginan yang dilakukan sebelum rigor
mortis berlalu merupakan cara yang paling efektif jika disertai dengan
teknik yang benar. Sedangkan pendinginan setelah proses autolisis
berlangsung tidak akan banyak membantu. Pendinginan dapat dilakukan
dengan teknik seperti di bawah ini atau dengan pengombinasian :
- Pendinginan dengan es;
- Pendinginan dengan es kering;
- Pendinginan dengan udara dingin.
Pendinginan ikan hingga 0°C dapat memperpanjang kesegaran ikan antara 12-18 hari sejak saat ikan di tangkap dan tergantung pada jenis ikan, cara penanganan, serta teknik pendinginannya. Proses pendinginan hanya mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan mengahmbat aktivitas mikroorganisme. Aktivitas akan kembali normal jika suhu tubuh ikan kembali naik.
a. Cara pendinginan ikan dengan es
Suhu rendah sangat
efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri “psychrophilic” (bakteri)
yang senang pada suhu rendah dan hidup pada suhu 0°C-30°C, dengan suhu
optimum 15°C). Jenis bakteri inilah yang bertanggung jawab terhadap
pembusukan ikan berlemak sedikit (lean fish). Sebagai contoh, self life
ikan-ikan dasar jenis tertentu (cod and haddock)meningkat dua kali lebih
lama bila setiap kali diturunkan 10°F pada batas-batas suhu 70°F-30°F
(21,1°C-1,1°C).
Cara penanganan pendinginan ikan dengan es sangat beragam tergantung
pada tempat ikan, jenis ikan, dan tujuan pendinginan. Pada prinsipnya,
es harus dicampurkan dengan ikan sedemikian rupa sehingga permukaan ikan
bersinggungan dengan es, maka pendinginan ikan akan berlangsung lebih
cepat sehingga pembusukan dapat segera dihambat.
Faktor yang juga penting dalam proses pendinginan ikan adalah
kecepatan. Semua pekerjaan harus dilakukan secara cepat agar suhu ikan
cepat turun. Es yang digunakan harus berukuran kecil, makin kecil ukuran
es maka makin banyak permukaan yang bersinggungan dengan es sehingga
proses pendinginan akan berlangsung lebih cepat.
Cara ideal
mencampur ikan dengan es yaitu dengan membuat lapisan es pada dasar,
kemudian di atasnya selapis ikan, dilanjutkan dengan lapisan es lagi,
demikian seterusnya dan tanda derajat pada bagian lapisan atas ditutup
dengan es.Fungsi es dalam hal ini adalah :
- Menurunkan suhu daging sampai mendekati O°C;
- Mempertahankan suhu ikan tetap dingin;
- Menyediakan air es untuk mencuci lendir, sisa-sisa darah, dan bakteri dari permukaan badan ikan;
- Mempertahankan keadaan berudara (aerobik) pada ikan, selama disimpan di dalam palkah.
b. Pendinginan dengan Es Kering
Es kering adalah
gas CO2 sebagai hasil sampingan dari pupuk urea, berupa gas yang tidak
berwarna, berasa asam, sedikit berbau lunak dan menghasilkan gas panas
bertekanan tinggi. Gas panas tersebut kemudian didinginkan hingga
mengembun menjadi cairan CO2 yang bertekanan tinggi. Kemudian, cairan
itu diturunkan tekanannya menjadi 1 atm melalui alat penyemprot sehingga
menghasilkan “salju”, dan salju itu kemudian dimampatkan menjadi
kristal-kristal es kering yang siap pakai.
Daya pendingin es kering jauh lebih besar dari es biasa dalam berat
yag sama. Jika es yang cair (pada 0 C) hanya menyerap panas 80
kkkal/kilogram, maka es kering yang menyublim (pada suhu -78,5C)
menyerap 136,6 kkal/kilogram.
CO2 padat tidak mencair seperti es , melainkan lamngsung menyublin
menjadi gas sehingga tidak membasahi produk yang didinginkn. Karena
harganya sanagta mahal, maka penggunaanya dibatai hanya untuk ikan-ikan
yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, dan jika penggunaan es biasa
menimbulkan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Salah satu contoh penggunaan CO2 padat seperti mendinginkan ikan
tuna untuk pembutan sashimi, tetapi hal ini hanya terbatas pada
pengangkutannya. Ikan tuna segar bahan sasimi diangkut dengan pesawat
terbang ke Jepang. Penggunaan es biasa dalam pengangkutan dapat
mengebabkan pengepak ikan menjadi basah, dan hal tersebut tidak disukai
oleh perusahaan penerbang.
Istilah “mendinginkan ikan” harus dibatasi pada pengertian
“mempertahankan suhu ikan”. Pendinginan ikan pada tahap awal masih
dilakukan dengan cara konvensional yang lebih mudah dan murah, yaitu
dengan es aiatu air dingin.
Es kering tidak boleh menempel langsung pada ikan yang didinginkan
karena suhu yang sangat rendah (-78C) dapat merusak kulit dan daging
ikan. Di dalam kemasan ikan tuna sashimi, es kering dipisahkan dari ikan
dengan menempatkannya di dalam wadah berlubang yang terbuat dari
stereoform. Es kering pertama-tama akan mengeringkan udara di dalam pak,
kemudian udara dingin itu akan mendinginkan ikan.
c. Pendinginan dengan air dingin
Air dingin dapat
mendinginkan ikan dengan cepat karena persinggungan yang lebiih baik
dari pada pendinginan dengan es.Namun demikian perlu diwaspadai bahwa
suhu akhir yang diperoleh tidaklah serendah yang dihasilkan dengan
pengesan. Berbeda dari es yang tidak naik suhunya ketika mendinginkan,
jika air dingin dicampur dengan ikan, maka suhu air akan naik secara
drastis. Di dalam mengatasi kenaikan suhu air perlu ditambahkan sedikit
es ke dalam air, tergantung pada jumlah ikan yang dimasukkan, dan berapa
lama ikan akan disimpan.
Pendinginan dengan air dingin banyak dilakukan dipabrik-pabrik
pengolahan ikan. Jika ikan yang didinginkan jumlahnya sangat banyak,
maka dapat digunakan mesin pendingin untuk mendinginkan air dan
mempertahankan agar suhu air tidak lebih dari 5oC. Pengadukan air ada
kalanya diperlukan agar suhu di dalam bak merata dan pendinginan
berlangsung lebih cepat.
Kelebihan pendinginan dengan air dingin jika dibandingkan dengan pengesan sebagai berikut :
- Ikan dapat didinginkan lebih cepat
- Ikan tidak mendapat tekanan dari ikan di atasnya, sehingga terhin dar dari kerusakan akibat tekanan
- Ikan menjadi bersih tercucu, darah dan lendir hilang
- Penanganan dalam jumlah besar lebih mudah dari pada pendinginan dengan menggunaakan es.
Adapun kelemahan pendinginan dengan air dingin jika dibandingkan dengan pengesan sebagai berikut :
- Jika air didinginkan dengan es, permukaan es relatif lebih banyak
- Beberapa ikan tertentu cepat membusuk jika direndam di dalam air
- Beberapa jenis ikan yang berkadar lemak rendah termasuk udang menyerap air selama direndam
- Beberapa jenis ikan akam mengalami perubahan warna
- Air yang dipakai berulang-ulang dalam bak besar konsentrasi kotoran dan bakteri kana semakin meningkat.
Untuk Informasi lebih lengkap bisa menghubungi :
ALDINO GIBRAN LUBIS, S.Pi
NIP. 19840613 201001 1 018
Penyuluh Perikanan Muda
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai.
CP : 081361976655
Komentar
Posting Komentar