BUDIDAYA IKAN MAS KOKI
BUDIDAYA IKAN MAS KOKI
Oleh : Aldino Gibran Lubis, S.Pi
No: 027-Nov/Bl/PPBS/2021
Tanggal : ................................
Ikan Mas Koki menjadi salah satu ikan hias yang sangat digemari di indonesia, maka tak heran jika banyak yang ingin mengetahu cara budidaya ikan mas koki yang cantik ini.
Karena memang peluang bisnis budidaya ikan hias seperti ini cukup menjanjikan.
Karena selain ikan hias ini memang sangat populer, harga ikan mas koki juga terbilang cukup mahal dan stabil.
Tentunya jika bisa menyediakan ikan mas koki dalam jumlah yang banyak, dapat menjadi pemasukan yang lumayan.
Jika berbicara masalah cara budidaya ikan mas koki, sebenarnya caranya cukup mudah, bisa juga dilakukan oleh seorang pemula. Namun dengan catatan dalam melakukan proses budidaya harus dengan ketekunan dan ketlatenan, supaya bisa berhasil membudidayakan ikan hias ini dengan hasil yang maksimal.
Langkah-langkah dalam membudidayakan Ikan Mas Koki :
1. SIAPKAN AQUARIUM
Peralatan yang harus disiapkan pertama adalah aquarium, kami menyarankan aquarium dengan ukuran 80 cm x 40 cm x 40 cm.
Dengan
ukuran aquarium ini, tentunya akan memudahkan kamu dalam merawat dan
memantau kondisi ikan dan aquarium selama proses budidaya.
2. MEMILIH JENIS IKAN KOKI UNTUK INDUKAN
– Ikan agresif, atau tidak loyo dan berdiam diri di dasar aquarium.
– Warna Ikan Cerah dan tidak ada bercak luka.
– Ikan sedang tidak terkena penyakit apapun.
– Fisik ikan lengkap atau tidak cacat sedikitpun.
3. MEMBEDAKAN INDUKAN KOKI JANTAN DENGAN BETINA
Berikut beberapa perbedaan diantara keduanya :
Ikan Mas Koki Jantan
1.
Ikan Mas koki jantan mempunyai perbedaan pada sirip. Kebanyakan ikan
koki jantan akan memiliki sirip dengan bintik-bintik putih pada bagian
sisi siripnya.
2. Kamu harus memperhatikan anus ikan mas koki. Pada ikan mas koki jantan, memiliki kecenderungan anus berpenampakan agak rata.
3.
Pada ikan mas koki jantan, mempunyai bentuk tubuh secara keseluruhan
yang berbeda dengan ikan mas koki betina. Ikan mas koki jantan akan
cenderung ramping.
Ikan Mas Koki Betina
1.
Untuk ikan mas koki betina tentunya berbeda dari ikan mas koki jantan.
Pada bagian sirip ikan mas koki betina tidak akan ditemukan
bintik-bintik putih pada sirip alias mulus.
2. Pada bagian anus,
tentu saja ada perbedaan antara ikan mas koki jantan dengan ikan mas
koki betina. Bentuk anus ikan mas koki betina akan lebih menonjol
dibandingkan dengan ikan mas koki jantan.
3. Bentuk juga postur tubuh
yang dimiliki oleh ikan mas koki betina juga berbeda dengan yang
jantan. Ikan mas koki betina akan cenderung mempunyai bentuk tubuh bulat
dan sedikit gendut. Hal ini dapat terlihat dengan jelas jika Kamu
membandingkan kedua ikan secara langsung.
4. MENGAWINKAN INDUKAN IKAN
Taruh indukan ikan koki ke dalam Aquarium yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sebaiknya tambahkan tanaman enceng gondok.
Penambahan
tanaman ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada ikan saat
melakukan prosesi perkawinan, serta bisa menjadi tempat menaruh telur
telur yang sudah dibuahi nantinya.
Selain itu, kamu juga bisa
menambahkan tanaman air lainnya, dan juga bisa menambahkan kakaban /
media khusus untuk menempatkan telur telur ikan.
1 Ekor ikan koki
jantan, mampu membuahi 2 Ekor ikan koki betina, untuk kamu yang baru
pertama kali mencoba, sebaiknya cukup kawinkan 1 ekor jantan dan 2 ekor
betina, kedepannya kamu bisa membudidayakan sampai 5 ekor jantan dalam 1
waktu.
Telur telur ikan mas koki, nantinya akan dikeluarkan oleh
ikan betina dan akan dibuahi oleh ikan pejantan, pembuahan ini biasa
disebut pembuahan eksternal.
5. PERAWATAN ANAKAN / BURAYAK
Telur telur yang telah dibuahi oleh ikan pejantan, akan menetas menjadi larva ikan, kurang lebih sekitar 2 – 4 hari.
Karena
banyaknya telur yang dikeluarkan ikan, tentu tidak semuanya berhasil
menetas, telur telur yang tidak menetas, sebaiknya diambil, supaya tidak
membusuk dan mengotori aquarium.
Setelah telur tadi sudah menetas dan berubah menjadi larva, kamu tidak perlu langsung memberikan anakan ikan koki makanan.
Hal
ini karena anakan ikan tersebut masih memiliki cadangan makanan, yaitu
berupa buntalan kuning mirip seperti kuning telur di area perut larva
ikan.
Asupan makanan ini dapat memenuhi kebutuhan ikan, selama kurang lebih 3 – 4 hari.
Setelah habis, maka kamu perlu memberinya makanan, untuk larva ikan sebaiknya kamu memberikan makan berupa kuning telur rebus.
Setelah usia ikan menginjak 14 hari, bisa mulai kamu berikan pakan cacing sutra, namun harus disaring terlebih dahulu.
Dalam
memberikannya, cukup berikan sedikit demi sedikit, perkirakan pakan
yang diberikan bisa langsung habis. Karena sisa sisa makanan tersebut
dapat mengotori air dan membuatnya menjadi keruh.
Selalu kontrol kondisi air aquarium, karena larva ikan masih sangat sensitif dengan kondisi air yang tidak stabil.
Komentar
Posting Komentar