MANFAAT LAIN IKAN GABUS
MANFAAT LAIN IKAN GABUS
Oleh : Aldino Gibran Lubis, S.Pi
No : 03-Feb/Bl/PPBS/2021
Tanggal Terbit : 02 Februari 2021
Ikan Gabus memiliki beberapa nama antara lain, misalnya:
haruan, kocolan, bogo, licingan, kutuk/kotes (Jawa), common snakehead
(Inggris), dan Ophiocephalus striatus (Latin). Ikan ini termasuk dalam golongan
ordo Labyrinthici, dengan ciri khas pada kepalanya terdapat rongga-rongga guna
menyimpan persediaan udara untuk pernafasan sehingga dapat hidup di air dengan
kadar oksigen yang rendah. Bersifat karnivora, gabus adalah pemakan hewan-hewan
lain yang lebih kecil seperti cacing, anak ikan, udang, ketam dll. Bentuk ikan
gabus kepalanya menyerupai ular, badannya hampir bulat, panjang, dan makin ke
belakang makin menjadi gepeng, punggungnya cembung dan perutnya rata. Panjang
tubuhnya dapat mencapai 100 cm, dan hidupnya di muara-muara sungai dan danau-danau.
Dalam penelitiannya, Dr. Eddy Suprayitno menjelaskan bahwa kandungan protein ikan gabus cukup tinggi bila dibandingkan ikan yang lain yaitu 25,2 g / 100 g daging ikan gabus segar. Ikan gabus juga mengandung 6,2 % albumin dan 0,001741% Zn dengan asam amino esensial yaitu treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, histidin, dan arginin serta asam amino non esensial seperti asam aspartat, serin, asam glutamat, glisin, alanin, sistein, tiroksin, hidroksilisin, amonia, hidroksiprolin, dan prolin.
SARI MINA,
EKSTRAK IKAN GABUS
DALAM BENTUK CAIR
Sari Mina adalah produk olahan ikan gabus dalam
bentuk ekstrak filtrasi beku yang telah diproduksi dengan sistem tertentu
sehingga nilai gizinya sama dalam setiap kemasannya. Sari Mina dipasarkan dalam
ukuran 50cc /bungkus yang dikemas dalam kantung plastik dan disimpan dalam
kondisi beku (< - 10oC) agar tahan lama dan dalam kondisi stabil (maksimal 3
bulan sejak diproduksi). Produk tersebut telah banyak digunakan pasien rawat
inap maupun rawat jalan sejak awal tahun 2004 di RS Elisabeth Semarang. Produk
ekstrak gabus berguna membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat
kesembuhan dan pemulihan penderita: kekurangan albumin, protein, haemoglobin,
zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson,
jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan
lain-lain.
Dosis yang dianjurkan untuk penyembuhan adalah 100 – 150cc per hari atau 2 - 3 bungkus (@ 50cc) per hari, dapat diminum langsung setelah ditiriskan dengan cara kemasan direndam (@ 50cc) per hari, dapat diminum langsung setelah ditiriskan dengan cara kemasan direndam dalam air hangat (tidak panas) pada waktu pagi dan sore, atau tergantung kebutuhan.
Apabila Sari Mina digunakan
untuk menjaga kondisi tubuh maka dosis bisa diatur antara 1-2 kali per hari
saja atau cukup 1-2 bungkus (@ 50 cc) per harinya. Menurut Florentinus,
kandungan albumin 1 pak kemasan Sari Mina setara dengan 20 butir putih telur.
Filtrat Sari Mina bisa langsung diminum bagi
pasien yang sadar atau bisa dicampurkan ke dalam makanan lewat pipa (sonde)
bila kondisi pasien sangat lemah sehingga tidak mampu makan atau kesulitan
menelan atau dalam kondisi tidak sadar.
Apabila albumin pasien di
dalam darah terlalu rendah dan diinstruksikan oleh dokter untuk ditambahkan
albumin melalui pembuluh darah/infus maka pemberian/konsumsi Sari Mina bisa
dihentikan dahulu dan apabila pemberian albumin telah selesai maka
pemberian/konsumsi Sari Mina bisa dilanjutkan. Pemberian Sari Mina bisa juga
tetap dijalankan walaupun ditambahkan albumin melalui infus dengan
mempertimbangkan asupan total protein yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan
dan kondisi serta penyakit.
GABUS TANGKAP
MEMILIKI KANDUNGAN PROTEINNYA LEBIH TINGGI DIBANDING BUDIDAYA
Ikan gabus yang diolah oleh Florentinus
bukan dari sembarang tempat, ia hanya mengambil ikan dari perairan Rawa Pening
Semarang. Pertimbangannya karena airnya tenang, luas dan masih alamiah. Menurut
Florentinus, ikan gabus yang hidup dengan karakter air seperti ini mempunyai
kadar protein yang lebih tinggi dibanding tempat lain. Sementara menurut
penelitian Prof Dr. Eddy Suprayitno, kandungan albumin ikan gabus air payau
lebih tinggi, 4,76 % dibanding gabus air danau yaitu 0,8 %. Selain itu, gabus
jantan kadar albuminnya 6,7 %, lebih rendah dibanding betina yang mencapai 8,2
%.
Ikan gabus yang akan diolah sebaiknya berukuran 1 kg atau
lebih, karena jika beratnya belum mencapai 1 kg maka dari segi produksinya akan
kurang optimal karena kadar protein yang
dihasilkan dari ikan yang beratnya di bawah 1 kg lebih rendah. Kadar protein
yang diperoleh dari 1 ekor gabus ukuran 1 kg, masih lebih tinggi daripada yang
diperoleh dari 2 ekor ukuran 500 gram. Dalam satu kali produksi (biasanya 2
minggu sekali) dibutuhkan 70-100 kg ikan gabus, dan 1 kg ikan akan menghasilkan
170-200 cc ekstrak ikan gabus. Dalam melakukan proses produksinya, Florentinus
dibantu oleh sebanyak 6 orang pegawai.
Ketika awal-awal produksi,
ekstrak gabusnya masih berbau sangat amis dan dikhawatirkan belum dapat
diterima oleh setiap orang. Atas saran dari istrinya, maka Florentinus
menambahkan esen aroma jeruk wangi pada ekstrak ikan gabusnya agar baunya tidak
terlalu menyengat dan lebih dapat diterima oleh banyak orang. Mengingat
karakter ikan gabus yang cenderung cepat busuk dibanding dengan ikan lain
karena kadar proteinnya yang sangat tinggi, maka ikan yang datang harus segera
diolah. Permasalahan saat ini adalah ukuran pasokan ikan yang didapat
seringkali kurang dari 1 kg. Namun Florentinus enggan mengambil gabus dari
hasil budidaya atau gabus laut, karena gabus liar di perairan umum dinilai
mempunyai kandungan protein paling tinggi.
INFORMASI SELENGKAPNYA BISA MENGHUBUNGI :
ALDINO GIBRAN LUBIS, S.Pi
NIP. 19840613 201001 1 018
PENYULUH PERIKANAN MUDA
DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA BINJAI
EMAIL : Dinogibran@gmail.com
HP / WA : 081361976655
Komentar
Posting Komentar